Hai, aku Vanessa. Hari ini adalah hari yang aku
tunggu-tunggu, soalnnya hari ini aku akan masuk ke sekolah baruku. Aku ini,
anak pindahan. Makanya, aku pengen cerita ke sobat sekalian, ini adalah hari
pertama aku sekolah di sekolah baruku.
Pagi ini aku semangat 45’ pergi ke sekolah, pengen bertemu dengan
wajah-wajah baru. Disekolahku, aku memperkenalkan diriku dikelas baruku, ‘sumpah’
aku malu. Saat aku sedang memperkenaln diri, ada seorang anak cowok yang jail
yang entah sengaja atau tidak sengaja melemparkanku kecoa yang sangat
menjijikkan itu. Lantas, aku berteriak “eh, kecoa,
kecoa, kecoa” teriakku lantang. Semua orang yang beraada di situ
menertawaiku. Aku sangat malu, dan dia sangat sukses bikin aku malu.
Saat pelajaran dimulai, aku memerhatikan wajah-wajah
baru yang ada di sekelilingku. Lantas, ada anak disampingku mengajakku
berkenalan, namanya Tia, dia sekarang teman pertamakuku satu-satunya di kelas
ini. Setelah berkenalan, aku langsung memerhatikan seluruh ruangan, ada seorang
anak cewek yang sangat aku perhatikan, kayaknya kepribadiannya itu aneh deh,
mukanya itu tanpa ekspresi bisa di sebut ‘manusai tanpa ekspresi dan satu anak
cowok juga yang bikin aku penasaran tingkat tinggi(lebay) yaitu dimana saat dia
sedang berbicara, orangnya manis, lumayan cakep tapi nggak seganteng idolaku
yaitu Reowoek “SUJU”, yaitu anak yang bikin aku malu, kalau nggak salah namanya
Charles (aku nguping saat guru memanggil namanya, hehe). Charles itu, tanpa
kalian perhatikan wajahnya, alias lihat sekilas aja udah tau kalau orangnya itu
jail. Setelah itu, aku langsung merhatiin guru yang sedang mengajar, biasalah
Vanessa gitu anak yang menghargai guru hehe :P
Ok, sekarang itu istirahat. Aku kekantin tanpa
memiliki tujuan untuk beli apa. Saat aku sedang memilih-milih makanan, mataku
tertuju pada seorang anak gadis yang berambut panjang, terawat, putih, pokoknya
cantik banget deh. Jujur aja yah, sebenarnya aku kagum ke cewek itu, tapi aku
nggak mau nunjukkin, nanti aku dibilang norak karena nggak tau merawat diriku
seperti cewek itu. Saat aku berbalik badan mau kembali kekelas, nggak sengaja
aku nabrak cewek itu dan dia marah-marah ke aku.
“eh, lu orang
nggak sih? Punya mata nggak? ” ngomel cewek itu, dan saat dia ngomel ke-aku
semua mata tertuju padaku
“eh, maaf. Aku
orang kok dan aku punya mata juga. Sama seperti lo” kataku polos
“eh, ni anak
udah punya salah, malah mau nandingin gue, lo punya kehebatan apaan sih?”Lanjut
cewek kasar itu
“hmmm, gue nggak
mau nandingin lo kok, gue kan Cuma menjawab pertanyaan lo. Dan gue nggak punya
kehebatan apapun untuk nandingin lo.” Lanjutku.
Mungkin setelah puas memarahiku, dia pergi dan
menabrak bahu-ku. Rasanya sakiiiiiiit banget. Saat dia sedang memarahiku tak
sengaja aku melihat papan namanya yang ditempel dibajunya sebelah kanan atas,
namanya adalah ‘Angelia Kinston’ mungkin dia di panggil Angel sama
teman-temannya.
Di kelas, aku hanya diam, diam, dan diam, tiba-tiba
Tia datang mengagetkanku.
“hei, kok lo
ngelamun sih? Tuh di panggil sama Pak John, oh ya, sebelumnya dia itu guru olahraga
di sini.” Belum sempat menjawab dia langsung meninggalkanku sendiri.
Oh my god, aku lupa. Aku nggak tau
jalan mana ruang guru. Akukan baru disini, tadi pagi sih aku kesana. Tapi,
sekolah ini sangat ‘gede’ mana hafal aku dalam waktu sesingkat ini.
Akhirnya, aku pergi keluar ruangan kelas dan tiba-tiba
aku di tabrak sama cowok yang sedang lari terburu-buru, aku ngeliatnya dari
belakang. Dia itu keren abis *daribelakang, dia berlari sambil berteriak “sorry… sorry”. Lanjut,aku mau ke ruang
guru dan aku tiba-tiba secara spontan nanya ke seorang anak cewek yang sekelas
denganku, yaitu ‘manusia tanpa ekspresi’ dan dia langsung nunjukkin dimana ruang guru “dari sini lo terus-terus lalu belok kanan,
habis itu ada toilet untuk guru dekat situ” ok, aku menurut dan langsung
terbang alias jalan dengan cepat karena ingin tau.
Yeah, ketemu deh! Dan disaat aku mau masuk ke ruang
guru, tiba-tiba dari belakang ada suara yang memanggil namaku “hei, hei kamu anak baru yang ada didepan
ruang guru” sahut orang itu
Saat aku berbalik arah!? Hah? Itu toh yang di namakan
pak John.
“ya? Saya pak?” tanpa lama lagi, guru yang satu ini
mengangguk. Daqn spontan bertanya:
“hei, kamu anak baru.! Kamu mau ikut ekstrakulikuler
apa?”
“hmmm, badminton aja deh pak” aku milih badminton,karena
waktu di sekolah lamaku dulu, aku juara 1 dan mewakili kota-ku untuk kejuaraan
badmintion SMA se-Indonesia.
“ok, sebantar sore jam setengah empat datang kesekolah
untuk latihan. Terima kasih silahkan kembali” jawab guru yang tinggi itu
***
Yeah, hari ini pertama sekolah dan hari pertama masuk
ekstrakulikuler badminton. Sekarang lagi siap-siap untuk pergi latihan
badminton. Ok, akhirnya sekarang aku berada di lapangan dan ku lihat pak John
sedang melatih seorang anak perempuan yang tak lain adalah anak perempuan yang
menabrakku tadi di kantin yang bernama “Angelia”. Tidak lama kemuadian pak John
memanggilku untuk latihan dan saat aku mau menghampiri pak guru olahraga
tersebut, si Angel menatapku sinis. Saat aku telah seleai berlatih dengan keras
tiba-tiba si Angel itu manggil aku, dengan heran aku menghampirinya.
“kita temanan kan? Namaku Angelia, kalau boleh tau
namamu siapa?”
“Vanessa” jawabku
“eh, karena kamu temanku. Pegangin tasku!” jawabnya
sinis dan menertawain aku.
Aku hanya bisa berdiam diri dan mangerjakan suruhan
manusia yang telah memberdayaiku.
Singkat cerita, si angel itu tambah sombong dan
menjadikanku teman yang membantunya dalam segala hal bahasa kasarnya sih
*budak*. Entah mengerjakan PRnya, Tugas harian, membawakan tasnya ke mobil dll.
Yah, tapi karena itu, setiap pulang sekolah aku di antar pulang *syukur dari
pada nggak dapat apa2. Tapi, jujur itu nyesek banget.
Ok, hari ini ada acara kelasku yaitu pergi ke Pantai.
Pagi sekali, si Angel datang ke rumahku dengan tujuan membantunya menyiapkan
barang-barang yang mau dibawanya kepantai (orang baru bangun udah disuruh, tapi
syukur aja aku udah mempersiapkan barang-barang yang mau dibawanya. Tanpa di
sangka, di tengah perjalanan aku dan Angel TABRAKAN. Kulit kepala Angel robek
dan Angel kekurangan darah, dan aku? Jari telunjuk kiriku patah. Yah, karena
Angel itu temanku, walaupun sudah berbuat kasar denganku saat dengar si Angel
itu kekurangan darah aku mendonorkan darahku.
Saat keluar RS, si Angel memelukku dengan erat dan
berkata
“terima kasih
Vanessa, kamu menyelamatkanku. Maafkan kesalahanku, kamu maukan jadi
sahabatku?” tanyanya penuh harap
“ aku udah
maafkan kok. eh, nanti kamu mempermainkan aku lagi” kataku iseng
“hmm, maaf deh
ya ya yah? Please”katanya, dan yang sangat kukejutkan adalah dia hampir
saja sujud di depanku.
“eh,eh,eh kok
kamu mau sujud sih?hahaha iya, aku maafkan dan sekarang kita bersahabat ya!”
kataku sambil tersenyum
***
Sekarang, kami bersahabat, sahabat sejati. Sekarang aku
tau, beradaptasi ke-lingkungan baru itu harus hati-hati, jangan mau di perdaya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar